Korelasi Tingkat Kebugaran Jasmani dan Gejala Gangguan Mental dengan Motivasi Belajar Siswa dalam PJOK
Rendahnya tingkat kebugaran jasmani dan meningkatnya gejala gangguan mental pada pelajar Indonesia berpotensi memengaruhi motivasi belajar siswa, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dan gejala gangguan mental dengan motivasi belajar PJOK, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kota Sukabumi Tahun Ajaran 2025/2026 yang berjumlah 426 siswa, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang dipilih melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT), Self Report Questionnaire-20 (SRQ-20), dan angket motivasi belajar PJOK. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat kebugaran jasmani dan motivasi belajar PJOK (r = 0,511; sig. 0,000 < 0,05); (2) gejala gangguan mental memiliki hubungan negatif tetapi tidak signifikan dengan motivasi belajar PJOK (r = -0,244; sig. 0,061 > 0,05); dan (3) secara simultan kedua variabel berhubungan signifikan dengan motivasi belajar PJOK (F = 10,381; sig. 0,000 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 26,7%. Tingkat kebugaran jasmani merupakan faktor yang lebih dominan dalam mendukung motivasi belajar PJOK siswa.
Downloads
Copyright (c) 2026 Tegar Yogaza Agusta, Wening Nugraheni, Firman Septiadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













