Penatalaksanaan Fisioterapi pada Geriatri Pasca Total Hip Replacement Dextra dengan Kinesiophobia
Fraktur collum femur pada populasi geriatri sering memerlukan tindakan Total Hip Replacement (THR). Meskipun prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sendi panggul, proses pemulihan sering terhambat oleh nyeri, penurunan komponen motorik, serta faktor psikologis seperti kinesiophobia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penatalaksanaan fisioterapi dalam mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS), kekuatan otot, dan kemampuan fungsional pada pasien pasca-THR dextra. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 74 tahun pasca-THR dextra yang menjalani fisioterapi di RSUD Karangasem pada November 2025. Intervensi yang diberikan meliputi InfraRed (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), latihan range of motion (ROM), serta latihan isometrik berupa quadriceps setting, hamstring setting, dan gluteal setting. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS), goniometer, Manual Muscle Testing (MMT), dan Harris Hip Score (HHS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri tekan dan nyeri gerak setelah intervensi. Namun, belum ditemukan peningkatan bermakna pada kekuatan otot (MMT hip tetap 2/5), LGS lutut (tetap S. 0°–10°–85°), maupun kemampuan fungsional (HHS tetap 29, kategori poor). Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan fisioterapi jangka pendek efektif menurunkan nyeri, tetapi belum meningkatkan fungsi motorik dan kemampuan fungsional secara signifikan akibat keterbatasan durasi terapi, usia lanjut, serta rendahnya partisipasi pasien selama proses rehabilitasi.
Downloads
Copyright (c) 2026 Ni Luh Made Narisa Pradnyasari, Ni Made Diwi Sudyawati, I Putu Risa Pradnya Dipa, Dewa Gede Putra Nugraha, Ni Made Rininta Adi Putri, Ni Putu Dwi Larashati, I Made Juniada Dwika Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













