Evaluasi Strategi Pelatihan Berbasis Cipp Bagi Atlet Tunarungu Nomor Lari 100 Meter

CIPP, Evaluasi, Nomor lari 100 meter, Sekolah Pendidikan Khusus

Authors

  • Roihan Syafiq Pratama Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia
  • Erick Burhaein
    erick.burhaein@umnu.ac.id
    Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia

Downloads

Olahraga atletik para-atletik merupakan cabang olahraga yang dimodifikasi untuk memberikan kesempatan partisipasi bagi penyandang disabilitas, termasuk tunarungu. Di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB), nomor lari 100 meter menjadi salah satu cabang yang rutin dilombakan dalam berbagai event seperti POPDA dan lomba antar SLB. Namun, pencapaian prestasi murid penyandang disabilitas tunarungu pada nomor lari ini belum konsisten dan belum mendapatkan hasil maksimal berupa kejuaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pelatihan olahraga atletik nomor lari 100 meter bagi atlet tunarungu  menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan evaluasi CIPP dipilih karena menawarkan pendekatan holistik dan integratif yang tidak hanya menilai hasil pencapaian, tetapi juga proses, masukan, dan konteks pelatihan. Penelitian ini mengkaji aspek meliputi: (1) Context atau konteks yang mengevaluasi lingkungan dan kebutuhan yang mendasari pelatihan, (2) Input atau masukan yang menilai sumber daya dan sarana prasana yang tersedia, (3) Process atau proses yang mengkaji pelaksanaan pelatihan yang diterapkan, dan (4) Product atau produk yang mengukur hasil dan pencapaian murid dalam nomor lari 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalahDeskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SLB N Mandiraja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait strategi pelatihan yang diterapkan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengorganisir temuan berdasarkan empat komponen CIPP. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas strategi pelatihan yang ada serta memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan program pelatihan yang lebih adaptif bagi atlet tunarungu. Implikasi praktis penelitian ini meliputi rekomendasi perbaikan strategi pelatihan yang mempertimbangkan aspek komunikasi, fasilitas, dan pemantauan kemajuan secara terukur guna meningkatkan prestasi atlet tunarungu dalam kompetisi.