Peran Guru Dalam Menstmulasi Perkembangan Anak Dengan Hambatan Perilaku Pada Pendidikan Inklusif

Peran Guru Pendidikan Inklusif Hambatan Perilaku

Authors

  • Feby Mayang Sari
    211610034@unmuhpnk.ac.id
    Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
  • Sudarti Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
  • Yuniarti Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

Downloads

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi anak dengan hambatan perilaku, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), hiperaktivitas, dan gangguan emosional, yang sering menghadapi tantangan dalam mengikuti proses pembelajaran, baik secara akademik maupun sosial emosional. Kondisi tersebut menuntut peran guru yang optimal dalam pendidikan inklusif, khususnya dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif, menciptakan lingkungan kelas yang inklusif, serta melakukan evaluasi yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga perkembangan perilaku dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru dalam menstimulasi perkembangan anak dengan hambatan perilaku pada pendidikan inklusif dengan fokus pada peran guru sebagai perencana, fasilitator, dan evaluator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guru di TK Aulia Pontianak yang telah menerapkan pendidikan inklusif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan signifikan dalam mendukung perkembangan anak dengan hambatan perilaku melalui perencanaan pembelajaran yang sesuai, penciptaan lingkungan belajar yang suportif, serta pelaksanaan evaluasi menyeluruh disertai umpan balik yang membangun. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan strategi pendidikan inklusif dan penguatan kompetensi guru dalam menangani anak dengan hambatan perilaku di kelas yang beragam.