Perbedaan Tingkat Keterampilan Servis Antara Siswa Putra Dan Putri Pada Ekstrakurikuler Tenis Meja Di SMP Negeri 37 Medan
Downloads
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Tingkat keterampilan servis antara siswa putra dan putri pada kegiatan ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 37 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Subjek penelitian berjumlah 27 orang yang terdiri dari 15 siswa putra dan 12 siswa putri yang aktif mengikuti ekstrakurikuler tenis meja. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan servis menggunakan instrumen yang diadaptasi dari Mott (1977), di mana setiap subjek melakukan 10 kali servis ke area target dengan skor maksimum 40 poin. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-Test pada taraf signifikansi ? = 0,05 setelah terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat keterampilan servis siswa putra (rata-rata 28,67 poin) dan siswa putri (rata-rata 21,42 poin). Nilai t hitung sebesar 4,821 lebih besar dari t tabel 2,060 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga H? diterima. Perbedaan ini dipengaruhi oleh factor biologis dan hormonal yang memengaruhi kekuatan otot lengan, koordinasi mata tangan, serta pengalaman anak antara kedua kelompok.
Downloads
Bompa, T. O., & Haff, G. G. (2009). Periodization: Theory and methodology of training (5th ed.). Human Kinetics.
Depdiknas. (2006). Panduan pengembangan diri: Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Desmita. (2010). Psikologi perkembangan peserta didik. Remaja Rosdakarya.
Gallahue, D. L., & Ozmun, J. C. (2006). Understanding motor development: Infants, children, adolescents, adults (6th ed.). McGraw-Hill.
Hodges, L. (1996). Table tennis: Steps to success. Human Kinetics.
Kirkendall, D. R., Gruber, J. J., & Johnson, R. E. (1987). Measurement and evaluation for physical educators (2nd ed.). Human Kinetics.
Lutan, R. (2001). Asas-asas pendidikan jasmani: Pendekatan pendidikan gerak di sekolah dasar. Direktorat Jenderal Olahraga, Depdiknas.
Magill, R. A. (2011). Motor learning and control: Concepts and applications (9th ed.). McGraw-Hill.
Mott, J. A. (1977). Measurement of sport skills. dalam Kirkendall, D. R., Gruber, J. J., & Johnson, R. E. (1987). Human Kinetics.
Nurkencana, W. (2010). Evaluasi pendidikan. Usaha Nasional.
Schmidt, R. A., & Wrisberg, C. A. (2008). Motor learning and performance: A situation-based learning approach (4th ed.). Human Kinetics.
Siahaan, S., & Siregar, S. (2018). Analisis keterampilan teknik dasar tenis meja pada siswa ekstrakurikuler tingkat SMP di Kota Medan. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 17(1), 45–53.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.
Sutarmin. (2007). Terampil berolahraga tenis meja. Era Intermedia.
Thomas, J. R., & French, K. E. (1985). Gender differences across age in motor performance: A meta-analysis. Psychological Bulletin, 98(2), 260–282.
Weinberg, R. S., & Gould, D. (2015). Foundations of sport and exercise psychology (6th ed.). Human Kinetics.
Copyright (c) 2026 Steven Parningotan Pardede, El Roy Gulo, Apri Ebrata Purba, Yerikho Zai, Samsuddin Siregar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

